Gaji Ke-13 Siap Dikucurkan
SAMARINDA. Ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap Bulanan (PTTB) di Pemkot Samarinda, akhirnya bisa bernafas lega. Pencairan gaji ke-13 siap dikucurkan pada awal Juli mendatang. Demikian diungkapkan Asisten IV Bidang Administrasi dan Umum Setkot Samarinda, Maryadi saat dikonfirmasi Sapos, kemarin.
Untuk mengucurkan gaji ke-13 tersebut, Pemkot setidaknya membutuhkan dana segar sekitar Rp28 miliar yang telah dianggarkan melalui asumsi pengeluaran rutin di APBD Kota Samarinda 2010. "Karena sudah menjadi ketentuan pusat, pemerintah daerah hanya menjalankan saja," jelas Maryadi.
Sesuai namanya, gaji ke-13 memang merupakan penghasilan PNS dan PTTB di luar gaji reguler yang diterima setiap bulannya. Untuk menggaji ribuan pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda, Haerul mengaku membutuhkan dana sekitar Rp28 miliar.
Di tengah kondisi keuangan Pemkot Samarinda yang tengah seret, Maryadi memastikan tak akan berpengaruh pada pencairan gaji ke-13. Pasalnya, pengeluaran untuk membayar gaji tersebut, memang sudah tertera pada asumsi pengeluaran rutin di APBD Kota Samarinda di setiap tahunnya.
"Kita pastikan pencairan gaji-13 ini tidak akan ada kendala. Karena sangat berisiko jika berani menunda-nunda pembayaran gaji ke-13," paparnya.
Kekhawatiran Maryadi tentu saja beralasan. Maklum, beberapa waktu belakangan ini posisi keuangan Pemkot Samarinda memang tengah mendapat sorotan tajam. Bahkan, keuangan Pemkot disinyalir defisit yang berujung pada mandeknya penyaluran dana Pemilihan Walikota.
Apalagi, untuk menggaji ribuan pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp28 miliar. Sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Pemkot Samarinda dari pemerintah pusat hanya berkisar Rp15 miliar per bulan. Sehingga setiap bulan Pemkot harus nombok Rp13 miliar.
"Hal yang sama juga dilakukan untuk membayar gaji ke-13 kepada ribuan PNS. Kalau anggarannya kurang yang memang seperti ini, karena DAU yang kita terima juga berkurang," paparnya sembari mengakui pencairan gaji ke-13 memang sangat diharapkan seluruh pegawai.
Selain jumlahnya yang utuh satu bulan gaji, pencairannya juga tepat pada saat anak sekolah memasuki tahun ajaran baru. (ara)
Untuk mengucurkan gaji ke-13 tersebut, Pemkot setidaknya membutuhkan dana segar sekitar Rp28 miliar yang telah dianggarkan melalui asumsi pengeluaran rutin di APBD Kota Samarinda 2010. "Karena sudah menjadi ketentuan pusat, pemerintah daerah hanya menjalankan saja," jelas Maryadi.
Sesuai namanya, gaji ke-13 memang merupakan penghasilan PNS dan PTTB di luar gaji reguler yang diterima setiap bulannya. Untuk menggaji ribuan pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda, Haerul mengaku membutuhkan dana sekitar Rp28 miliar.
Di tengah kondisi keuangan Pemkot Samarinda yang tengah seret, Maryadi memastikan tak akan berpengaruh pada pencairan gaji ke-13. Pasalnya, pengeluaran untuk membayar gaji tersebut, memang sudah tertera pada asumsi pengeluaran rutin di APBD Kota Samarinda di setiap tahunnya.
"Kita pastikan pencairan gaji-13 ini tidak akan ada kendala. Karena sangat berisiko jika berani menunda-nunda pembayaran gaji ke-13," paparnya.
Kekhawatiran Maryadi tentu saja beralasan. Maklum, beberapa waktu belakangan ini posisi keuangan Pemkot Samarinda memang tengah mendapat sorotan tajam. Bahkan, keuangan Pemkot disinyalir defisit yang berujung pada mandeknya penyaluran dana Pemilihan Walikota.
Apalagi, untuk menggaji ribuan pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp28 miliar. Sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Pemkot Samarinda dari pemerintah pusat hanya berkisar Rp15 miliar per bulan. Sehingga setiap bulan Pemkot harus nombok Rp13 miliar.
"Hal yang sama juga dilakukan untuk membayar gaji ke-13 kepada ribuan PNS. Kalau anggarannya kurang yang memang seperti ini, karena DAU yang kita terima juga berkurang," paparnya sembari mengakui pencairan gaji ke-13 memang sangat diharapkan seluruh pegawai.
Selain jumlahnya yang utuh satu bulan gaji, pencairannya juga tepat pada saat anak sekolah memasuki tahun ajaran baru. (ara)
Last Updated (Tuesday, 22 June 2010 04:27)


