Untuk Pengembangan Karir, 41 Pejabat Pemkot Dirotasi
SAMARINDA. Siapapun pejabat yang dimutasi, seharusnya bergembira karena berkesempatan memperoleh pengalaman baru dan itu akan bermanfaat bagi pengembangan karirnya.
Penegasan ini disampaikan Walikota Samarinda H Achmad Amins dalam arahan pada pelantikan 41 pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkot Samarinda di rumah jabatan walikota, Jumat (11/6) pagi.
"Gembiralah dimutasi. Insya Allah akan bermanfaat bagi pengembangan karir. Mutasi adalah alat penting dan efisien untuk menilai apakah kinerja bawahan meningkat atau justru menurun dari jabatan yang pernah dipegang," ujar Amins di hadapan pejabat yang baru dilantiknya sekaligus membacakan komitmen Pakta Integritas yang dikomando Asisten III Setkot H Ridwan Tassa yang bertukaran posisi dengan H Diwansyah yang sekarang dipercaya menjabat Asisten I.
Melalui mutasi, lanjut Amins, pimpinan akan mengetahui keunggulan, kelemahan dan kecocokan sebuah jabatan untuk diberikan kepada stafnya, sesuai dengan disiplin ilmu, keterampilan dan karakter yang dimiliki kinerja organisasi secara keseluruhan. "Saya berharap seluruh pejabat Pemkot tetap bersemangat dalam bekerja, di mana pun dan di posisi apa pun. Jawablah setiap kepercayaan dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas, karena saudara dipilih melalui serangkaian analisa teknis Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan," katanya.
Disebutkannya, mutasi sangat diperlukan karena menempatkan seseorang di satu jabatan dalam waktu lama tidak baik. Selain menghambat karir, juga membuka potensi terjadinya penyelewengan.
Sebelum mengakhiri, Amins mengingatkan para pejabat baru untuk segera melakukan langkah-langkah penyesuaian di tempat baru agar tidak gagap memahami tugas.
"Tetaplah bekerja, jangan ragu bertindak sepanjang tidak menabrak aturan-aturan legal yang berlaku. Silakan menganut prinsip biar lambat asal selamat, tetapi jangan sampai dilambat-lambatkan. Karena paradigma modern seperti sekarang bagaimanapun yang dianggap terbaik masyarakat adalah pelayanan terbaik dalam tempo tercepat," tukasnya.
Pelantikan itu dihadiri pula Wakil Walikota Samarinda H Syaharie Jaang dan Sekretaris Kota HM Fadly Illa serta para pejabat di lingkungan Pemkot dan unsur Muspida.
Lain dari biasanya, pelantikan juga disaksikan seluruh camat dan lurah dari 53 kelurahan se-Samarinda. Selain Ridwan dan Diwansyah yang bertukaran posisi, Amins juga melantik HM Faisal sebagai Kabag Umum dan Pemerintahan, sedangkan jabatan yang ditinggalnya sebagai Kabag Humas dan Protokol ditempati H Sugeng Chairuddin. Posisi Kabag Pemerintahan Umum yang ditinggalkan Sugeng diisi Syamsul Qomari. Sementara Yulizar Nur yang posisinya diambil alih HM Faisal, dipercaya menjabat Kabag Pengembangan Potensi Daerah. (hms2)
Penegasan ini disampaikan Walikota Samarinda H Achmad Amins dalam arahan pada pelantikan 41 pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkot Samarinda di rumah jabatan walikota, Jumat (11/6) pagi.
"Gembiralah dimutasi. Insya Allah akan bermanfaat bagi pengembangan karir. Mutasi adalah alat penting dan efisien untuk menilai apakah kinerja bawahan meningkat atau justru menurun dari jabatan yang pernah dipegang," ujar Amins di hadapan pejabat yang baru dilantiknya sekaligus membacakan komitmen Pakta Integritas yang dikomando Asisten III Setkot H Ridwan Tassa yang bertukaran posisi dengan H Diwansyah yang sekarang dipercaya menjabat Asisten I.
Melalui mutasi, lanjut Amins, pimpinan akan mengetahui keunggulan, kelemahan dan kecocokan sebuah jabatan untuk diberikan kepada stafnya, sesuai dengan disiplin ilmu, keterampilan dan karakter yang dimiliki kinerja organisasi secara keseluruhan. "Saya berharap seluruh pejabat Pemkot tetap bersemangat dalam bekerja, di mana pun dan di posisi apa pun. Jawablah setiap kepercayaan dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas, karena saudara dipilih melalui serangkaian analisa teknis Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan," katanya.
Disebutkannya, mutasi sangat diperlukan karena menempatkan seseorang di satu jabatan dalam waktu lama tidak baik. Selain menghambat karir, juga membuka potensi terjadinya penyelewengan.
Sebelum mengakhiri, Amins mengingatkan para pejabat baru untuk segera melakukan langkah-langkah penyesuaian di tempat baru agar tidak gagap memahami tugas.
"Tetaplah bekerja, jangan ragu bertindak sepanjang tidak menabrak aturan-aturan legal yang berlaku. Silakan menganut prinsip biar lambat asal selamat, tetapi jangan sampai dilambat-lambatkan. Karena paradigma modern seperti sekarang bagaimanapun yang dianggap terbaik masyarakat adalah pelayanan terbaik dalam tempo tercepat," tukasnya.
Pelantikan itu dihadiri pula Wakil Walikota Samarinda H Syaharie Jaang dan Sekretaris Kota HM Fadly Illa serta para pejabat di lingkungan Pemkot dan unsur Muspida.
Lain dari biasanya, pelantikan juga disaksikan seluruh camat dan lurah dari 53 kelurahan se-Samarinda. Selain Ridwan dan Diwansyah yang bertukaran posisi, Amins juga melantik HM Faisal sebagai Kabag Umum dan Pemerintahan, sedangkan jabatan yang ditinggalnya sebagai Kabag Humas dan Protokol ditempati H Sugeng Chairuddin. Posisi Kabag Pemerintahan Umum yang ditinggalkan Sugeng diisi Syamsul Qomari. Sementara Yulizar Nur yang posisinya diambil alih HM Faisal, dipercaya menjabat Kabag Pengembangan Potensi Daerah. (hms2)
Last Updated (Saturday, 12 June 2010 08:27)


